DOCKING.ID BLOG

Indonesia Maritime Blog Informations

PUBLIKASI TEKNIS

PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN KAPAL ALUMINIUM

Pemeliharaan kapal aluminium pada umumnya sama seperti pada pemeliharaan kapal baja. Pemeliharaan kapal aluminium dilakukan secara berkala sesuai dengan penjadwalan dari Sistem Pemeliharaan terencana atau Planned Maintenance System. Perbedaan pemeliharaan kapal aluminium dengan kapal baja terletak pada pemeliharaan pelat lambung dimana material aluminium tidak perlu dilakukan pengecatan. Pada umumnya material aluminium mempunyai ketahanan terhadap korosi yang sangat baik, maka tidak diperlukan pengecatan pada lambung kapal.


www.pinterest.com

Kapal dengan konstruksi aluminium apabila dirancang dan dipelihara dengan tepat dapat beroperasi dengan baik selama bertahun-tahun dengan minimum permasalahan yang muncul. Ada banyak kapal dengan konstruksi aluminium telah beroperasi lebih dari 30 tahun atau lebih beroperasi dengan baik dengan bukti sedikit timbulnya korosi ataupun retak pada struktur kapal. Namun ada beberapa jenis aluminium alloy yang lebih rentan terhadap korosi maka diperlukan pelapisan untuk melindungi lambung kapal.

Beberapa kapal aluminium di bagian atas garis air (waterline) dilakukan pengecatan untuk tujuan estetika, untuk pengecatan di bagian bawah garis air bertujuan untuk melindungi dari fouling. Pengecatan juga dilakukan pada tangki-tangki dengan konstruksi aluminium, contohnya sewage tank dan gray water tanks, ini bertujuan untuk melindungi dari korosi yang berasal dari sifat alami cairan yang ada di tangki tersebut. Walaupun jenis aluminium alloy dengan kode seri 5xxx umumnya tidak perlu dilakukan pengecatan untuk menghindari korosi, apabila dikehendaki dilakukan pengecatan maka harus dilakukan dengan tepat jika tidak tepat akan menimbulkan korosi.

Mengutip dari rules badan klasifikasi asing Bureau Veritas – Hull in Aluminium Alloys, Design Principles, Construction and Survey – December 2017, perlindungan terhadap korosi pada kapal aluminium tidak termasuk cakupan Badan Klasifikasi Kapal. Ini merupakan kewajiban dari pemilik kapal dan pembuat kapal untuk memastikan perlindungan material terhadap berbagai macam jenis korosi pada konstruksi aluminium alloy di perairan laut.

Prinsip dasar yang dapat diikuti untuk pemeliharaan kapal aluminium yang bertujuan memastikan perlindungan terhadap korosi diantaranya :

  1. Pemilihan material aluminium alloy yang tepat
  2. Desain structural yang menghindari adanya air laut yang terjebak (contohnya drain hole, wells, dsb)
  3. Kontrol dari resiko galvanic corrosion
  4. Pengeringan air laut yang menggenang dan humidity retention zones
  5. Inspeksi rutin pada zona yang sensitif seperti pada letak baterai, sambungan heterogeneous, dsb)
  6. Perawatan rutin pada protective anodes

Sesuai dengan peraturan, lapisan pelindung korosi diminta untuk struktur aluminium alloy dengan seri 6xxx pada daerah yang kontak langsung dengan air laut untuk menghindari resiko korosi

Namun demikian, material aluminium dapat sangat rentan terhadap retak akibat fatigue. Retak pada struktur dapat terjadi terutama pada kapal material baja yang menggunakan material aluminium sebagai konstruksi deck house. Banyak sumber penyebab korosi dalam aluminium, terutama galvanic corrosion, yang cenderung cepat dan terkonsentrasi, umumnya membutuhkan tindakan segera untuk mengembalikan kekuatan struktural.

Secara umum ada 3 penyebab dari munculnya retak pada konstruksi aluminium diantaranya:

  1. Retak pada sambungan las
  2. Retak yang disebabkan fatigue yang dikarenakan konsentrasi tegangan atau detail dari struktur yang buruk
  3. Korosi

Apabila terjadi retak pada konstruksi lambung maka dilakukan perbaikan kapal aluminium dengan cara melakukan pengelasan pada area retak ataupun dengan memberi doubling plate. Hampir sama dengan perbaikan kapal baja, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perbaikan kapal aluminium diantaranya :

  1. Pada saat struktur lambung kapal yang termasuk dalam cakupan klasifikasi yang mengalami perbaikan, pekerjaan perbaikan kapal yang dilakukan harus dibawah pengawasan surveyor dari badan klasifikasi kapal.
  2. Perbaikan kapal harus dilakukan di bengkel, galangan atau personel yang harus dapat menunjukkan kemampuannya untuk melakukan perbaikan lambung kapal sesuai dengan standar mutu yang disyaratkan oleh badan klasifikasi kapal.
  3. Perbaikan kapal harus dilakukan di kondisi akses yang tepat, cukup pencahayaan dan ventilasi yang baik. Proses pengelasan harus terlindung dari hujan, salju atau angin.
  4. Pengelasan struktur lambung dilakukan oleh welder berkualitas, sesuai dengan prosedur pengelasan dan welding consumable yang disetujui oleh badan klasifikasi kapal. Pengerjaan pengelasan harus diawasi dengan tepat oleh pihak galangan.

Berikut beberapa referensi galangan kapal di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki fasilitas pemeliharaan dan perbaikan kapal aluminium diantaranya :

  • Wilayah Jakarta dan sekitarnya
    1. PT. Daya Radar Utama
    2. PT. Caputra Mitra Sejati
    3. PT. Tesco Indomaritim
  • Wilayah Surabaya dan sekitarnya
    1. PT. Fireboat Indonesia
    2. PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard
    3. PT. Orela Shipyard
    4. PT. Adiluhung Sarana Segara Indonesia
    5. PT. Surabaya Marine
  • Kalimantan
    1. PT. Eka Multi Bahari (KCT Group)
    2. PT. Muji Rahayu
  • Batam
    1. PT.Palindo Marine Shipyard
    2. PT. Lims Nautical Shipyard
    3. PT. Asian Fast Marine
    4. PT. Marinatama Gemanusa
    5. PT. Batam Expresindo Shipyard

1 COMMENTS

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Docking.id membantu galangan kapal indonesia untuk menjangkau pelanggannya di seluruh wilayah dan solusi shipowner untuk dapat menemukan dock space di galangan yang sesuai dengan jadwal dan fasilitas yang dibutuhkan bagi armadanya semudah ISI, CARI dan TEMUKAN. Temukan juga kemudahan mencari penyedia kebutuhan kapal dimanapun melalui website kami.